sponsor

Kamis, 24 April 2014

Masjid Ceng Ho

 Ini merupakan salah satu cagar budaya yang patut di jaga. masjid ceng ho ini memang ada di beberapa kota lain juga. Berbeda dengan Masjid Cheng Ho Surabaya dan Palembang yang didirikan atas prakarsa para sesepuh, penasehat, pengurus PITI (Pembina Iman Tauhid Islam d/h Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) serta tokoh masyarakat Tionghoa, maka masjid Cheng Ho Pandaan ini dibangun dengan biaya dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Masjid Cheng Ho Panda’an terletak di pinggir jalan raya Malang-Surabaya-Trawas-Tretes, Propinsi Jawa Timur. Lokasinya yang terletak di daerah yang memiliki pemandangan alam memukau menjadikan Masjid ini tempat istirahat sejenak yang menyenangkan bagi mereka yang melalui ruas jalan tersebutMasjid Cheng Ho Pandaan gaya arsitekturnya mengadopsi Masjid Cheng Hoo Surabaya yang telah lebih dulu menjadi ikon pariwisata. Lantai dasar Masjid Cheng Hoo Pandaan digunakan untuk ruang pertemuan yang kaanya disewakan, namun bagi jamaah wisatawan yang ingin tidur sejenak dipersilahkan di ruang tersebut. Lantai dua khusus sholat dan tidak boleh digunakan untuk tiduran. Ukuran keseluruhan masjid dua lantai ini adalah 50 x 50m.

berikut adalah Dokument 3 februari 2013












Menurut cerita, Nama Cheng Hoo diambil dari laksamana terkenal asal Tiongkok yang melakukan ekspedisi bersejarah pada 1404-1443. Cheng Hoo alias Zheng He alias Sam Pok Kong waktu itu memimpin sedikitnya 300 kapal dengan 27 ribu pelaut ke Asia Selatan, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika. Di sela-sela ekspedisi, Muhammad Cheng Hoo juga menyebarkan agama Islam kepada penduduk setempat. Cheng Hoo sangat dihormati, bukan saja oleh muslim Tionghoa, tapi warga Tionghoa umumnya.
Nama Cheng Hoo diabadikan sebagai Mesjid oleh Komunitas Muslim Cina untuk mengenang Laksamana Cheng Hoo yang terlahir sudah menjadi seorang muslim.
Kedatangan Laksamana Cheng Hoo dikerajaan Majapahit merupakan fakta bahwa Islam bukanlah sesuatu yang baru bagi masyarakat Cina. Bahkan sebelum Islam masuk kedaerah Jawa, Islam sudah lebih dulu dikenal di Cina
Cheng Hoo yang pada waktu kecil bernama Ma Ho lahir pada tahun 1371 dibagian barat daya Cina, propinsi Yunan ( sebelah utara Laos ). Ayah Ma Ho adalah seorang haji ( karena sudah menunaikan ibadah haji ke Mekkah ). Setiap Muslim diberi tambahan kata Ma didepan namanya yang diambil dari kata Mohammed.
Disaat Ma Ho berusia 10 tahun ( thn 1381 ), dia bersama anak - anak kecil yang lain ditangkap oleh tentara Cina yang menyerbu Yunan untuk mengambil alih wilayah. Ma Ho kecil bersama anak - anak yang lain kemudian dididik untuk menjadi tentara dan diajari stategi berperang.


Referensi :
http://wisataohhwisata.blogspot.com/2012/07/melihat-lihat-tiga-masjid-cheng-ho-di.html

Sabtu, 19 April 2014

Alun-alun kota Batu

        Alun-alun kota Batu adalah s alah satu alun-alun atau taman kota yang sangat menarik. Alun-alun Kota Batu menjadi ikon baru pariwisata kota Batu. Alun-alun ini menjadi satu-satunya alun-alun di Indonesia yang memiliki Ferris Wheel atau Bianglala. Selain itu, alun-alun Kota Batu juga dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas yang menarik.

        bisa di katakan tempat wisata gratisan karena memang tidak perlu mengeluarkan biaya sedikitpun untuk menikmati fasilitas yang ada disini kecuali kalau mau naik biang lala . Di alun-alun ini anda tidak perlu bingung untuk soal makanan banyak penjual makanan kecil dan pedagang maupun rumah makan di seputaran alun-alun.

          Ditengah-tengah alun-alun terdapat bangunan patung apel ada juga patung sapi yang merupakan simbol dari Kota Batu itu sendiri. Alun-Alun Kota Batu juga memiliki sebuah mini playground untuk anak-anak.  Terletak tepat di depan Plaza Batu, tempat ini juga memiliki air mancur di salah satu sudut. Biasanya banyak anak kecil yang bermain basah-basahan di area ini. Selain itu terdapat juga no smoking area serta ruang informasi yang berbentuk strawberry raksasa dan toilet dengan bentuk apel besar. Di tengah alun-alun terdapat air mancur yang sangat iconic yang dikelilingi dengan kursi-kursi dimana para pengunjung duduk untuk melepas lelah.

berikut adalah dokumentasi 8 mei 2013

 
 


Air Terjun Madakaripua

       Letak air terjun ini berdekatan dengan wisata gunung bromo dan Air Terjun Madakaripura juga masuk dalam wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). lokasinya berada di Desa Desak, Kec Lumbang, Probolinggo, Jawa Timur.

         Untuk memasuki Madakaripura kita harus melewati pedesaan dengan jalan menanjak beraspal yang lebarnya kurang lebih 3m, kental sekali nuansa pedesaannya, beberapa masyarakat mencari nafkah dengan membudidayakan lebah penghasil madu untuk menyambung hidup, cukup seru ketika melihat kotak-kotak berisi lebah ada dipinggir jalan yang mereka gunakan untuk mengambil madunya,

 Berikut adalah dokumentasi 27 oktober 2013


 



        Keindahan Air Terjun Madakaripura diakui banyak wisatawan yang datang ke lokasi, dan mayoritas pengakuan itu datang secara tiba-tiba setelah sampai di tujuan. Namun Meski demikian, untuk  sampai ditujuan, wisatawan masih memerlukan lagi perjalanan kaki menuju pusat air terjun  perjalanan yang tempuh pun tidak mudah, sebab harus melalui naik turun berjalan menyusuri sungai dan jalan setapak kurang lebih 1,5 kilo dengan keadaan nya masi terjal alias masi alami, di butuhkan  waktu tempuh kurang lebih selama 30 menit, sebab lokasi pusat air terjun ini seperti melewati lorong perbukitan.

         Sebelum anda sampai di air terjun utama anda harus melewati air terjun juga yang ada 100m diatas kepala anda terbelih dahulu, ini menjadi seru karena anda harus basah basahan terlebih dahulu sebelum mencapai air terjun utama, yang ga mau basah2an bisa nyewa payung karena disana sudah ada orang2 yang siap menyediakan ojek payung untuk anda.

         Tapi perjuangan anda belum berakhir anda harus menaiki bebatuan yang lebarnya cuma sejengkal dan tingginya 2 meter untuk mencapai air terjun utama itupun anda harus bergantian dengan banyak orang. Disinilah perjuangan anda akan dibayar oleh pemandangan air terjun utama yang sangat mengagumkan, sungguh penciptaan tuhan yang luar biasa. jika dibayangkan kita seperti berada dalam sebuah tabung raksasa ketika sepasang mata kita menyaksikan air yang turun dari ketinggian kurang lebih 200meter diatas kita

         Setelah sampai di pusat air terjun, keindahan sisi kiri dan kanan lokasi ini akan membuat hati tertegun, karena keindahannya jauh berbeda dibanding beberapa air terjun yang ada di Indonesia.

Peringatan air yang tepat berada dibawah air terjun ini karena kedalamannya 7-8meter lho, kalau anda bisa renang tidak masalah dan satu lagi anda harus waspada bahaya material  batu atau kayu yang mungkin ikut terbawa arus air

Berikut adalah dokumentasi 27 oktober 2013

 

 

 
 



 

Cerita
Madakaripua adalah Air terjun yang menyimpan sejarah mengenai Perang Bubat dan Patih Gajahmada(Air Terjun Madakaripura merupakan tempat kediaman terakhir salah satu jendral besar dalam sejarah kerajaan di Indonesia, Mahapatih Gajah Mada.

 Perang Bubat

Berbicara sejarah Madakaripura tidak akan jauh dari Perang Bubat. Perang antara kerajaan Sunda Galuh dan Majapahit ini menjadi penyebab utama dipecatnya Gajah Mada dari jabatan Mahapatih (sekarang sama dengan perdana menteri). Setelah pemecatan tersebut Gajah Mada memutuskan untuk mengasingkan diri di Madakaripura.

Sekitar tahun 1364 raja Majapahit, Hayam Wuruk, berniat mempersunting putri kerajaan Sunda Galuh yang bernama Dyah Pitaloka Citraresmi. Selain untuk mencari permaisuri, keinginan meminang Dyah Pitaloka ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan 2 kerajaan. Untuk itu Hayam Wuruk mengirimkan Gajah Mada ke Sunda Galuh untuk melamar Dyah Pitaloka.

Lamaran Hayam Wuruk diterima. Pada hari yang telah ditentukan, Dyah Pitaloka berangkat ke Majapahit dengan menggunakan jalur laut. Pada perjalanan ini ikut serta raja Sunda Galuh (Prabu Linggabuana) dan permaisurinya, beberapa orang menteri, serta beberapa ratus prajurit pengawal kerajaan, pasukan Balamati. Total rombongan yang berangkat sekitar 200 kapal.

Kedatangan rombongan dari Sunda ini mengundang niat buruk dari salah satu senopati di pasukan Bhayangkara, pasukan elit yang dimiliki Mahapahit. Ketika rombongan Linggabuana sampai di Lapangan/Pasanggrahan Bubat (alun-alun Majapahit), senopati tersebut menghentikan rombongan dengan alasan Hayam Wuruk masih mengadakan persiapan pernikahan dan Gajah Mada masih bersemedi di kediamannya. Lebih lanjut, senopati tersebut menuntut agar pernikahan ini tidak dijadikan pernikahan antara 2 kerajaan yang berdaulat, tetapi sebagai pertanda bergabungnya Sunda Galuh kepada kerajaan yang lebih besar (saat itu Majapahit menguasai hampir seluruh kawasan nusantara). Dyah Pitaloka harus dianggap sebagai persembahan tanda takluk dan bergabungnya Sunda Galuh kepada Majapahit (versi sejarah lain menyatakan bahwa senopati ini adalah utusan resmi Gajah Mada).

Linggabuana sangat geram dengan perbuatan senopati ini. Apa yang telah dilakukan senopati tersebut merupakan penghinaan bagi dirinya dan seluruh kerajaan Sunda Galuh. Meskipun wilayah Sunda Galuh lebih kecil (meliputi Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah), tapi kerajaan itu tetap memiliki kedaulatan penuh. Terlebih lagi Linggabuana datang ke Majapahit untuk memenuhi lamaran Hayam Wuruk.



Referensi : http://kancangopi.blogspot.com/2013/04/air-terjun-madakaripura.html

Jumat, 18 April 2014

Tugu pahlawan



Salah satu monumen atau Tugu yang di jadikan sebagai monumen peringatan perjuangan bangsa Indonesia . Tugu pahlawan juga dapat menjadi tempat wisata yang menarik, terlebih untuk Anda yang menyukai sejarah atau untuk mengenalkan sejarah kepada orang-orang di sekitar kita. Di sini, Anda dapat melihat Tugu Pahlawan, secara langsung dan juga juga berkunjung ke Museum 10 Nopember yang ada dalam kawasan ini.

Tugu pahlawan
berbentuk paku terbalik, yaitu diameter bawah tugu lebih besar dari diameter atas. Tugu ini memiliki tinggi 41,15 meter atau 45 yard dan diameter 3,1 meter, yang semakin ke atas, diameter semakin kecil. Selain tugu pahlawan, di area ini terdapat patung dan bangunan lain yang menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia, khususnya untuk mengenang pertempuran di Surabaya pada tanggal 10 Nopember 1945.

Di sana juga terdapat patung mantan presiden Ir. Soekarno dan wakilnya Drs. Mohammad Hatta ketika sedang membaca proklamasi kemerdekaan diantara pilar-pilar tinggi yang menyerupai reruntuhan suatu bangunan. Pada pilar-pilar juga terdapat tulisan-tulisan pembangkit semangat kemerdekaan yang menyerupai coretan-coretan. Bentuk unik dari pilar ini menjadi tempat favorit .

Museum 10 Nopember
Untuk menyimpan benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan rakyat Surabaya, di areal ini dibuat museum yang dibangun belakangan. Museum ini dibuka sejak tahun 2000 dan dikenal dengan Museum 10 Nopember. Bangunan museum terlihat menarik karena menyerupai piramida-piramida kecil. Pada bagian tengah piramida ini terdapat patung yang menggambarkan tiga pemuda dengan senjata bambu runcing berjuang melawan penjajah.
Dalam museum terdapat diorama tentang perjuangan rakyat Surabaya dan rekaman pidato Bung Tomo yang berhasil membangkitkan semangat berjuang rakyat Surabaya. Koleksi lainnya adalah berbagai benda peninggalan Bung Tomo, peta dan senjata-senjata yang digunakan pada saat berperang melawan Belanda dan sekutunya. Anda juga dapat lebih mengetahui bagaimana gambaran tentang pertempuran yang terjadi dengan menyaksikan film dokumenter yang menceritakan pertempuran 10 Nopember 1945.

jadi wisata sejarah ini juga penting buat para generasi muda. Karna sejarah itu juga merupakan bagian penting dari suatu negara dan para penerus negara adalah para generasi muda :D (Y)

berikut adalah dokumentasi 2 april 2012





 

 


















Kamis, 17 April 2014

Gunung Bromo

       Terkenal dengan keindahan Pemandangan nya dan juga keunikan lain dari lautan pasir  berbentuk kaldera yang luas yang berada di sekitar  Gunung.
tapi untuk melihat  keindahan matahari terbit kita harus ke Puncak penanjakan 1 (satu) yang berada lebih tinggi di dekat gunung bromo.
        di Gunung Bromo sendiri yang bisa kita nikmati adalah pemandangan Kawah gunung yang mengeluarkan asap belerang putih yang terkenal tersebut ,obyek wisata lain yang menarik dan bisa anda nikmati adalah
-Puncak penanjakan 1 (melihat SunRise )
-Padang Savanah Bromo
-Bukit Teletubies
-lautan pasir Bromo 
-Upacara Kasodo (Saat Perayaan ibadah suku tengger)
-Air terjun madakaripura
        Gunung Bromo berlokasi dan terletak di empat kabupaten pemerintahan Provinsi Jawa Timur. Yaitu di antara Kaputen Malang , Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kapupaten Lumajang.
Karena terletak dan berlokasi di empat kabupaten sehingga gunung Bromo sangat mudah di akses dan transportasi ke Bromo sangat mudah dari berbagai penjuru kota di Jawa Timur. Berikut jalur dan rute untuk menuju Gunung Bromo .

Jalur ke Bromo dari Kab Probolinggo:
1. Tongas – Lumbang – Sukapura –  Ngadisari- Cemoro Lawang – Gunung Bromo
2. Ketapang – Patalan – Sukapura – Ngadisari- Cemoro Lawang – Gunung Bromo
Jalur ke Bromo dari Kab. Malang: 
1. Tumpang – Gubuk Klakah – Jemplang -Penanjakan -  Gunung Bromo
Jalur ke Bromo dari Kab. Pasuruan:
1. Wonorejo – Warungdowo –  Tosari – Wonokitri – Pananjakan – Gunung Bromo
Jalur ke Bromo dari Kab.Lumajang:
1. Senduro – Bumo – Ranu Pane – Gunung Bromo


        Suhu udara di Gunung Bromo berkisar antara 3°-20° celcius, namun dapat berada beberapa derajat di bawah nol selama musim kemarau. Jika Anda tidak kuat dengan udara dingin, sebaiknya Anda membawa jaket, sarung tangan, dan topi atau penutup kepala lainnya. Setelah matahari terbit cuacanya dengan cepat menjadi cukup panas di sini.
         Dan juga Dari Penanjakan ke Lautan Pasir, rute sangat curam, sehingga kendaraan roda empat biasa tidak disarankan. Berkuda, jalan kaki, atau menyewa kendaraan  4X4 dari pemandu wisata dapat menjadi alternatif.

berikut Dokumentasi 27 OKtober 2013